Symphony of Little Dandelion

Ask me anything   Submit   An Ordinary and a simple Lady| I Love Indonesia| Academician| Coffee and Pasta Addict| Living in a Symphony| Sometimes Gone for Hibernate| Naruto FansI Love My Family dan all My Friends|Believe that Allah always Guide me| I'm Blessed and Feel So Graceful ^.^

"Jangan berhenti pada tombol Share, Reblog, Retweet, Repath. Sebab, “Amatlah besar kebencian di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.”"
[61: 3] for my biggest note to self. :’)

(Source: laninalathifa, via catatanbesarku)

— 14 hours ago with 60 notes
achmadlutfi:

Ini adalah tentang Dandelion. Tentang sekuntum Bunga yang biasa, yang keberadaannya juga dianggap biasa, tumbuh dan merekah diantara rerumputan yang tak terlalu diperhatikan.
Tetapi cobalah lihat sekali lagi. Biarkan pandanganmu jatuh lebih dekat kepada ia yang sempurna berbeda disetiap siklus hidupnya. Mungkin, dan aku rasa memang begitu, pada rentang waktu yang tak terlalu panjang, rasa iba akan memenuhi segenap ruang hatimu. Persis seketika kamu tersadar, bahwa ia terlalu cantik dengan takdirnya yang tak terlalu istimewa.
Deretan tanya yang bermula pada kata Mengapa, boleh jadi berloncatan dalam benakmu lantaran berusaha mencari jawaban tentang kenyataan. Tentang kisah hidup Sang Bunga yang baru saja kamu perhatikan.
Mengapa ia tak seperti Edelweiss yang memesona di Puncak sana? Permaisuri yang bertahta di Pegunungan, yang bahkan jemarimu tak layak tuk sembarang membawanya pulang.
Atau mengapa ia tak seperti Bunga Teratai yang elok itu? Berbalut mahkota yang anggun, yang tuk menyentuhnya saja kamu dipaksa rela berbasah kuyup.
Kata yang berbaris-baris, lisan yang bertutur berpanjang lebar, tak kan mengantarkanmu pada jawaban-jawaban itu. Sebab mereka justru tertata pada satu tahun yang sempurna. Pada episode yang berputar dan berganti. Pada cerita yang seakan kembali berjejak ke permulaannya.
Hingga pada satu musim semi yang menghangat, Sang Bunga hadir dan merekah. Ia perlambang keceriaan, ia isyarat akan keteguhan, serta penerimaan atas hidup yang rapuh. Ia yang layak dibesarkan hatinya, justru datang jadi pelipur lara, jadi penyejuk atas hari-hari yang terlalu dingin kemarin.
Bahkan jelang kepergiannya, tak habis ia jadi pesona. Meretas tulus bersama angin yang membawanya pergi menuju satu masa yang lain. Seakan-akan tak pernah selesai ia menyadarkan kita, bahwa hidup, bagaimanapun wujud dan rupanya, selalu patut untuk disyukuri. Bahwa sesungguhnya selalu ada musim semi, pada rangkaian musim-musim yang lain.
Dandelion. Ia memang bukan Edelweiss, bukan Teratai. Ia adalah ia yang tak menyerupai siapa-siapa. Kisahnya adalah kisahnya sendiri. Bukan kisah yang diagungkan dalam dongeng-dongeng. Ia Ratu yang istananya ada diantara mereka, yang sekali lagi, dianggap lazim dan biasa.
Achmad LutfiWolfsburg, 20 April 2014

achmadlutfi:

Ini adalah tentang Dandelion. Tentang sekuntum Bunga yang biasa, yang keberadaannya juga dianggap biasa, tumbuh dan merekah diantara rerumputan yang tak terlalu diperhatikan.

Tetapi cobalah lihat sekali lagi. Biarkan pandanganmu jatuh lebih dekat kepada ia yang sempurna berbeda disetiap siklus hidupnya. Mungkin, dan aku rasa memang begitu, pada rentang waktu yang tak terlalu panjang, rasa iba akan memenuhi segenap ruang hatimu. Persis seketika kamu tersadar, bahwa ia terlalu cantik dengan takdirnya yang tak terlalu istimewa.

Deretan tanya yang bermula pada kata Mengapa, boleh jadi berloncatan dalam benakmu lantaran berusaha mencari jawaban tentang kenyataan. Tentang kisah hidup Sang Bunga yang baru saja kamu perhatikan.

Mengapa ia tak seperti Edelweiss yang memesona di Puncak sana? Permaisuri yang bertahta di Pegunungan, yang bahkan jemarimu tak layak tuk sembarang membawanya pulang.

Atau mengapa ia tak seperti Bunga Teratai yang elok itu? Berbalut mahkota yang anggun, yang tuk menyentuhnya saja kamu dipaksa rela berbasah kuyup.

Kata yang berbaris-baris, lisan yang bertutur berpanjang lebar, tak kan mengantarkanmu pada jawaban-jawaban itu. Sebab mereka justru tertata pada satu tahun yang sempurna. Pada episode yang berputar dan berganti. Pada cerita yang seakan kembali berjejak ke permulaannya.

Hingga pada satu musim semi yang menghangat, Sang Bunga hadir dan merekah. Ia perlambang keceriaan, ia isyarat akan keteguhan, serta penerimaan atas hidup yang rapuh. Ia yang layak dibesarkan hatinya, justru datang jadi pelipur lara, jadi penyejuk atas hari-hari yang terlalu dingin kemarin.

Bahkan jelang kepergiannya, tak habis ia jadi pesona. Meretas tulus bersama angin yang membawanya pergi menuju satu masa yang lain. Seakan-akan tak pernah selesai ia menyadarkan kita, bahwa hidup, bagaimanapun wujud dan rupanya, selalu patut untuk disyukuri. Bahwa sesungguhnya selalu ada musim semi, pada rangkaian musim-musim yang lain.

Dandelion. Ia memang bukan Edelweiss, bukan Teratai. Ia adalah ia yang tak menyerupai siapa-siapa. Kisahnya adalah kisahnya sendiri. Bukan kisah yang diagungkan dalam dongeng-dongeng. Ia Ratu yang istananya ada diantara mereka, yang sekali lagi, dianggap lazim dan biasa.

Achmad Lutfi
Wolfsburg, 20 April 2014

— 15 hours ago with 103 notes
chung yuen street adalah salah satu pasar tradisional di northpoint hongkong. Sebelumnya, pernah belanja di pasar kecil di dekat taikoo. di pasar kecil itu kebetulan pedagangnya agak kurang ramah dan sedikit yg bisa bahasa mandarin atau inggris. kebanyakan mereka menggunakan bahasa hongkong.sejak itu ada rasa takut jika harus berbelanja ke pasar lg dan memilih belanja di supermarket. 
jika saya renungkan lagi, ini bukan tindakan yang bijak. harga di pasar dengan yang ada di supermarket lumayan jauh, bedanya bisa sampai 10-30 dolar. saya yakin, tidak semua pedagang di sini tidak ramah. Dan jika tidak berani untuk melihat lebih dekat, maka kita tidak akan bisa membuat pilihan yg lebih baik dan bijak.
hari ini saya mengumpulkan keberanian untuk pergi sendiri ke pasar yg agak besar di chung yuen street. dan benar saja, disana banyak pedagang yang ramah, bisa bahasa mandarin dan inggris. bahkan ada beberapa yang bisa bahasa indonesia. saya bisa mendapatkan sayur, buah dan tahu yang lumayan banyak dengan harga yg ekonomis.
hari ini saya belajar, beranilah untuk melihat sesuatu yang baru. jangan sampai rasa takut mengukung kita dalam prasangka buruk yang tidak akan membuat kita bahagia. Allah selalu melindungi kita… karena Allah Maha Penyayang ^.^

chung yuen street adalah salah satu pasar tradisional di northpoint hongkong. Sebelumnya, pernah belanja di pasar kecil di dekat taikoo. di pasar kecil itu kebetulan pedagangnya agak kurang ramah dan sedikit yg bisa bahasa mandarin atau inggris. kebanyakan mereka menggunakan bahasa hongkong.sejak itu ada rasa takut jika harus berbelanja ke pasar lg dan memilih belanja di supermarket.
jika saya renungkan lagi, ini bukan tindakan yang bijak. harga di pasar dengan yang ada di supermarket lumayan jauh, bedanya bisa sampai 10-30 dolar. saya yakin, tidak semua pedagang di sini tidak ramah. Dan jika tidak berani untuk melihat lebih dekat, maka kita tidak akan bisa membuat pilihan yg lebih baik dan bijak.
hari ini saya mengumpulkan keberanian untuk pergi sendiri ke pasar yg agak besar di chung yuen street. dan benar saja, disana banyak pedagang yang ramah, bisa bahasa mandarin dan inggris. bahkan ada beberapa yang bisa bahasa indonesia. saya bisa mendapatkan sayur, buah dan tahu yang lumayan banyak dengan harga yg ekonomis.
hari ini saya belajar, beranilah untuk melihat sesuatu yang baru. jangan sampai rasa takut mengukung kita dalam prasangka buruk yang tidak akan membuat kita bahagia. Allah selalu melindungi kita… karena Allah Maha Penyayang ^.^

— 1 day ago with 1 note
Watch "#SORRY | MUSLIM SHORT FILM | HD | ترجمة آسف للشي…" on YouTube →

#SORRY | MUSLIM SHORT FILM | HD | ترجمة آسف للشي…:

— 6 days ago
islamicgirl:

All praise belongs to You my Rabb. You have guided my heart to the true path. You have showed this heart of mine a light it can never get enough of. You have let it taste the sweetness of Imaan. You have let it fall in Sujood for You - which have made it realise how blessed it is, and how much it loves You. 

But sometimes I manage to let it fall in love with everything around it. I give things in this dunya too much of place in it, which leads to nothing else but a empty heart. Because what is a heart without love for its Creator. This heart of mine does not find peace without You (swt) in it. It longs to be strengthened with Your love. It longs for to be stronger for Your sake. And to not be weak when it comes to wordly things. So I beg only to You my Rabb - Move me closer to everything which leads me closer to You, Allahumma Amin.💖

islamicgirl:

All praise belongs to You my Rabb. You have guided my heart to the true path. You have showed this heart of mine a light it can never get enough of. You have let it taste the sweetness of Imaan. You have let it fall in Sujood for You - which have made it realise how blessed it is, and how much it loves You.

But sometimes I manage to let it fall in love with everything around it. I give things in this dunya too much of place in it, which leads to nothing else but a empty heart. Because what is a heart without love for its Creator. This heart of mine does not find peace without You (swt) in it. It longs to be strengthened with Your love. It longs for to be stronger for Your sake. And to not be weak when it comes to wordly things. So I beg only to You my Rabb - Move me closer to everything which leads me closer to You, Allahumma Amin.💖

— 1 week ago with 360 notes
islamic-quotes:

The dunya is not the resting place, it is the testing place.
musliMagnet tumblr | @muslimagnet | Facebook

islamic-quotes:

The dunya is not the resting place, it is the testing place.

musliMagnet tumblr | @muslimagnet | Facebook

— 1 week ago with 409 notes
simplyhasanah:

"Allah is He, than Whom there is no other god; - the Sovereign, the Holy One, the Source of Peace (and Perfection), the Guardian of Faith, the Preserver of Safety, the Exalted in Might, the Irresistible, the Supreme: Glory to Allah (High is He) above the partners they attribute to Him." (59:23) :’)

simplyhasanah:

"Allah is He, than Whom there is no other god; - the Sovereign, the Holy One, the Source of Peace (and Perfection), the Guardian of Faith, the Preserver of Safety, the Exalted in Might, the Irresistible, the Supreme: Glory to Allah (High is He) above the partners they attribute to Him." (59:23) :’)

— 1 week ago with 19 notes

kurniawangunadi:

Suaracerita : Ada Rasa pada Kata-Kata

Suara : dokterfina

Cerita : kurniawangunadi (klik disini untuk membaca narasi Ada Rasa pada Kata Kata)

Backsound : Piano Anonim

Seluruh suaracerita dirangkum dalam tautan berikut X

Soundcloud suaracerita

(c) Medan, 3 April 2014

(Source: dokterfina)

— 2 weeks ago with 73 notes
norabudy:

Bismillahirahman nirraheem..Buat sahabat -sahabat saya yang cekal hatinya.. terimalah.. :)Nukilan UStaz Pahrol :) Cinta semata-mata tidak akan mampu mempertahankan keharmonian rumah tangga. Perkahwinan dimulakan oleh cinta tetapi disempurnakan oleh tanggung jawab

norabudy:

Bismillahirahman nirraheem..

Buat sahabat -sahabat saya yang cekal hatinya.. terimalah.. :)

Nukilan UStaz Pahrol :) 
Cinta semata-mata tidak akan mampu mempertahankan keharmonian rumah tangga. Perkahwinan dimulakan oleh cinta tetapi disempurnakan oleh tanggung jawab

(via tautanhatiku)

— 3 weeks ago with 30 notes
Tulisan : Kemapanan Karakter →

Tulisan ini akan melengkapi sudut pandang dari tulisan Kemapanan dan Harga Diri Laki-laki yang dimuat beberapa waktu yang lalu. Masih dengan orang yang sama, diskusi soal kemapanan ini berlanjut.

Ketika saya telah memaparkan betapa sensitifnya membicarakan soal kemapanan bagi laki-laki….

— 1 month ago with 264 notes
recadosdatenda:

hijab-wearitright :

Fitri Aulia, estilista indonésio.

recadosdatenda:

hijab-wearitright :

Fitri Aulia, estilista indonésio.

— 1 month ago with 54 notes
perfuckedtion:


aniggainrio:

After a 20-minute flight over the city of New York, Stephen Wiltshire, diagnosed with autism, draws the whole town with only his memory.

That is the most amazing thing I’ve ever seen

perfuckedtion:

aniggainrio:

After a 20-minute flight over the city of New York, Stephen Wiltshire, diagnosed with autism, draws the whole town with only his memory.

That is the most amazing thing I’ve ever seen

(via imslaveofallah)

— 1 month ago with 254567 notes

islamic-quotes:


Some wallpapers for Tablet 7 inch hope you like them C:

— 1 month ago with 431 notes